KUA Gempol sukses menggelar kegiatan pengukuran dan pelurusan arah kiblat
Penulis : Tim Humas KUA Gempol | Rabu, 15 Juli 2026.
KUA Gempol sukses menggelar kegiatan pengukuran dan pelurusan arah kiblat
Penulis : Tim Humas KUA Gempol | Rabu, 15 Juli 2026.
Foto : Dokumentasi KUA Gempol
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gempol sukses menggelar kegiatan pengukuran dan pelurusan arah kiblat di Masjid Babussalam, Dusun Sejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan pada Rabu, 15 Juli 2026. Pelaksanaan ini bertepatan dengan momen Rashdul Qiblat, yakni fenomena astronomis saat matahari melintas tepat di atas Ka'bah.
Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran penyuluh agama Islam, tokoh masyarakat setempat, dan takmir masjid ini dimulai sekitar pukul 15.30 WIB menjelang puncak fenomena Rashdul Qiblat. Berdasarkan perhitungan astronomi Kementerian Agama, posisi matahari melintas tepat di atas Ka'bah di Makkah pada pukul 16.27 WIB. Momentum langka ini dimanfaatkan tim dari KUA Gempol untuk mengkalibrasi ulang saf dan arah kiblat masjid secara presisi menggunakan metode bayangan benda tegak (istiwa).
Para petugas mengukur arah kiblat dengan menancapkan tongkat lurus di halaman masjid. Saat matahari mencapai puncaknya, bayangan tongkat tersebut ditarik garis lurus yang menjadi acuan arah menuju Ka'bah. Metode manual ini dipadukan dengan alat ukur modern seperti theodolite dan kompas digital guna memastikan akurasi maksimal bagi kenyamanan ibadah jemaah.
Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari imbauan nasional untuk memastikan kembali ketepatan arah kiblat masjid dan musala. Pihak KUA Gempol berharap kalibrasi ini memberikan ketenangan dan kekhusyukan bagi masyarakat Desa Karangrejo saat menunaikan ibadah salat, mengingat sedikit saja pergeseran sudut akan berdampak signifikan pada arah kiblat yang dituju.
______
Berikut adalah panduan lengkap mengenai jadwal Rashdul Qiblat berikutnya serta cara mudah untuk mengukur arah kiblat secara mandiri di rumah Anda :
🕋 Jadwal Fenomena Rashdul Qiblat Berikutnya
Fenomena melintasnya matahari tepat di atas Ka'bah terjadi dua kali setiap tahun. Jika Anda melewatkan momentum pada tanggal 28 Mei atau 15 Juli, fenomena ini akan kembali terjadi pada tahun berikutnya di tanggal yang sama :
27 / 28 Mei: Terjadi sekitar pukul 16.18 WIB (bisa bergeser 1 hari pada tahun kabisat).
15 / 16 Juli: Terjadi sekitar pukul 16.27 WIB (seperti yang baru saja berlangsung).
🛠️ Cara Mengukur Arah Kiblat Mandiri di Rumah (Metode Istiwa)
Anda tidak perlu alat canggih untuk memanfaatkan momen Rashdul Qiblat. Anda hanya membutuhkan alat sederhana yang ada di rumah, yaitu :
1. Persiapkan Alat
Tongkat lurus (atau bisa menggunakan benang dengan bandul pemberat).
Spidol, solasi, atau paku untuk menandai.
Jam yang akurat (sudah terkalibrasi dengan waktu BMKG/Kemenag melalui internet).
2. Tentukan Lokasi Penempatan
Cari area di luar rumah yang terkena sinar matahari langsung.
Pastikan permukaan tanah atau lantai di area tersebut benar-benar rata.
3. Proses Pengukuran
Tancapkan tongkat secara tegak lurus (90 derajat) di atas permukaan lantai.
Jika menggunakan benang berbandul, gantungkan benang tersebut hingga posisinya lurus ke bawah.
Tepat pada jam puncak Rashdul Qiblat (pukul 16.18 WIB pada Mei atau 16.27 WIB pada Juli), amati bayangan yang terbentuk.
4. Tarik Garis Kiblat
Sinar matahari akan datang dari arah Ka'bah, sehingga bayangan benda akan memanjang ke arah sebaliknya.
Gunakan spidol atau tali untuk menarik garis dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat.
Garis lurus dari ujung bayangan ke pangkal tongkat itulah arah kiblat yang presisi.