Di Balik Riuhnya 'Manten Jumat Pon', KUA Gempol Tetap Sukses Gelar Bimbingan Perkawinan
Penulis : Tim Humas KUA Gempol | Kamis, 17 September 2026.
Di Balik Riuhnya 'Manten Jumat Pon', KUA Gempol Tetap Sukses Gelar Bimbingan Perkawinan
Penulis : Tim Humas KUA Gempol | Kamis, 17 September 2026.
GEMPOL — Suasana Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, tampak berbeda dari biasanya. Di tengah gelombang kesibukan pelayanan akad nikah yang membludak akibat pasaran Jawa "Jumat Pon"—sebuah hari yang kerap dipilih masyarakat sebagai waktu bahenol untuk melangsungkan pernikahan—jajaran penghulu dan penyuluh agama tetap gigih merangkap tugas mulia: melaksanakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi para calon pengantin.
Padatnya Jadwal dan Semangat Pelayanan
Jumat Pon sering kali menjadi hari yang paling sibuk dalam kalender operasional KUA. Meja-meja layanan dipenuhi berkas, sementara para penghulu harus bergantian meluncur ke berbagai lokasi atau memimpin prosesi ijab kabul di balai nikah.
Namun, padatnya volume peristiwa nikah tidak lantas menggeser kewajiban substansial program Kementerian Agama ini. Sesuai regulasi, pembekalan pranikah atau Bimwin tetap berjalan demi memastikan pasangan tidak hanya sah secara administratif dan agama, tetapi juga matang secara mental.
Bekal Nyata Hadapi Dinamika Rumah Tangga
Dalam sesi bimbingan yang diselipkan di sela-sela padatnya agenda hari itu, para peserta calon pengantin mendapatkan materi esensial secara maraton namun interaktif. Materi tersebut meliputi:
Pondok Keluarga Sakinah: Memahami hak dan kewajiban suami istri.
Manajemen Konflik & Komunikasi: Cara meredam ego dan merembuk masalah.
Kesehatan Reproduksi: Edukasi pencegahan stunting demi generasi berkualitas.
Pengelolaan Keuangan Awal Nikah: Tips bijak mengatur ekonomi rumah tangga.
Pihak KUA Gempol menegaskan bahwa langkah ini adalah wujud komitmen nyata negara dalam menekan angka perceraian dini di tingkat akar rumput. Kendati lelah mengurus prosesi "mantenan" yang datang beruntun, para petugas KUA berharap bekal ilmu ini menjadi tameng kokoh bagi para pengantin baru dalam menapaki bahtera rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.