Desa Legok dan KUA Gempol Adakan Bimbingan Pranikah Bekali Remaja Usia Nikah
Penulis : Tim Humas KUA Gempol | Rabu, 15 Juli 2026.
Desa Legok dan KUA Gempol Adakan Bimbingan Pranikah Bekali Remaja Usia Nikah
Penulis : Tim Humas KUA Gempol | Rabu, 15 Juli 2026.
Foto : Dokumentasi KUA Gempol
PASURUAN – Sebagai langkah strategis untuk menekan angka permasalahan rumah tangga dikemudian hari dan pernikahan usia dini, Pemerintah Desa Legok bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gempol sukses menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Pranikah. Acara yang bertempat di Desa Legok ini berlangsung dengan lancar pada Selasa, 14 Juli 2026.
Pelaksanaan bimbingan pranikah yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Legok bertempat di balai desa setempat. Acara ini menjadi langkah preventif sekaligus solutif dari pemerintah desa bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gempol untuk menekan angka pernikahan dini dan meminimalkan potensi perceraian dikemudian hari. Sebanyak 30 peserta yang hadir merupakan para remaja dan pemuda yang telah memasuki usia matang untuk menikah.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Legok, Bapak Nursalam, S.E., menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para peserta. Ia menekankan bahwa pernikahan bukanlah sekadar prosesi ijab kabul dan ajang perayaan semata, melainkan sebuah komitmen jangka panjang yang membutuhkan fondasi kuat. "Membangun rumah tangga itu seperti menahkodai kapal. Pasti ada ombak dan badainya. Oleh karena itu, kesiapan mental dan ilmu agama menjadi bekal utama agar ananda sekalian mampu menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah," ujar Bapak Nursalam.
Senada dengan hal tersebut, Camat Gempol, Bapak Hadi Mulyono, S.H., dalam arahan sekaligus pembukaan resminya, menggarisbawahi pentingnya kematangan emosional. Ia mengingatkan para peserta agar tidak terburu-buru mengambil keputusan menikah sebelum benar-benar mandiri secara pemikiran maupun finansial. "Pernikahan bukanlah proses yang instan. Persiapan mental, emosional, dan ekonomi sangat ditekankan agar pasangan muda mampu meminimalisir potensi permasalahan di dalam rumah tangga nantinya. Pemerintah sangat peduli dengan masa depan kalian. Menikah di usia muda menuntut tanggung jawab yang besar, baik dari segi nafkah, pengasuhan anak, hingga penyelesaian masalah. Manfaatkan momen bimbingan ini untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari para penyuluh dan penghulu KUA," tegas Bapak Hadi.
Acara inti diisi dengan penyampaian materi (ceramah bimbingan) yang disampaikan secara komprehensif oleh Penyuluh dan Penghulu dari KUA Gempol. Materi ini dirancang khusus untuk membuka wawasan para remaja mengenai realitas kehidupan berumah tangga.
Kesiapan Mental dan Psikologi Keluarga
Pemateri dari KUA memaparkan bahwa masa remaja dan masa pernikahan memiliki dinamika yang sangat berbeda. Peserta dibekali pemahaman tentang pentingnya mengelola ego masing-masing. Pernikahan menyatukan dua kepala dengan latar belakang kebiasaan yang berbeda, sehingga komunikasi yang efektif dan sikap saling pengertian menjadi kunci utama.
Manajemen Finansial Rumah Tangga
Peserta diingatkan bahwa masalah ekonomi merupakan salah satu pemicu utama keretakan rumah tangga. Penyuluh KUA memberikan edukasi mengenai cara mengelola keuangan keluarga, membedakan antara kebutuhan (primer) dan keinginan, serta pentingnya menabung dan merencanakan masa depan keuangan keluarga secara bersama-sama.
Kesehatan Reproduksi dan Hak Kewajiban Suami Istri
Dari sisi kesehatan, peserta diedukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi untuk mempersiapkan keturunan yang sehat dan berkualitas. Selain itu, dijabarkan pula secara rinci mengenai hak dan kewajiban antara suami dan istri sesuai dengan tuntunan syariat Islam dan undang-undang perkawinan yang berlaku di Indonesia.
Melalui dengan adanya kegiatan kolaboratif ini, diharapkan 30 remaja Desa Legok telah memiliki bekal yang matang dan terhindar dari pernikahan dini yang rentan terhadap ketidaksiapan mental. Pemerintah Desa Legok dan KUA Gempol berharap para remaja mampu merencanakan masa depan keluarga mereka secara lebih matang dan bijak. Acara diakhiri dengan sesi diskusi interaktif di mana para peserta terlihat antusias melontarkan berbagai pertanyaan seputar persiapan kehidupan setelah menikah kepada para pemateri.